Survey Pengguna Internet
Komentar Dinonaktifkan pada Survey Pengguna Internet
Ditulis dalam MEDIA ONLINE | Tag:internet
Asia Internet Usage And Population
Penggunaan Internet dan Statistik Penduduk yang diperbarui 30 Juni 2010 berdasarkan data dari Biro Sensus Amerika Serikat, data yang diterbitkan oleh Nielsen Online…..selengkapnya
Komentar Dinonaktifkan pada Asia Internet Usage And Population
Ditulis dalam MEDIA ONLINE | Tag:internet, pengguna internet
Media Online
Komentar Dinonaktifkan pada Media Online
Ditulis dalam MEDIA ONLINE | Tag:internet, komunikasi massa, media massa
Konvergensi
Hadirnya beragam media yang menggabungkan teknologi komunikasi baru dan teknologi komunikasi massa tradisional.Di ranah praktis, konvergensi media bukan saja memperkaya informasi yang disajikan, melainkan juga memberi pilihan kepada khalayak untuk memilih informasi yang sesuai dengan selera mereka. konvergensi media memberikan kesempatan baru yang radikal dalam penanganan, penyediaan, distribusi dan pemrosesan seluruh bentuk informasi baik yang bersifat visual, audio, data dan sebagainya (Preston: 2001)….Selengkapnya
Komentar Dinonaktifkan pada Konvergensi
Ditulis dalam KONVERGENSI | Tag:konvergensi media
Komunikasi Antar Budaya
Dalam buku “Intercultural Communication: A Reader” Definisi komunikasi antar budaya (intercultural communication) terjadi apabila sebuah pesan (message) yang harus dimengerti dihasilkan oleh anggota dari budaya tertentu untuk konsumsi anggota dari budaya yang lain (Samovar & Porter, 1994, p. 19). Definisi lain diberikan oleh Liliweri bahwa proses komunikasi antar budaya merupakan interaksi antarpribadi dan komunikasi antarpribadi yang dilakukan oleh beberapa orang yang memiliki latar belakang kebudayaan yang berbeda (2003, p. 13). Apapun definisi yang ada mengenai komunikasi antar budaya (intercultural communication) menyatakan bahwa komunikasi antar budaya terjadi apabila terdapat 2 (dua) budaya yang berbeda dan kedua budaya tersebut sedang melaksanakan proses komunikasi.
Hambatan Komunikasi Antar Budaya
Hambatan komunikasi atau yang juga dikenal sebagai communication barrier adalah segala sesuatu yang menjadi penghalang untuk terjadinya komunikasi yang efektif (Chaney & Martin, 2004, p. 11). Contoh dari hambatan komunikasi antabudaya adalah kasus anggukan kepala, dimana di Amerika Serikat anggukan kepala mempunyai arti bahwa orang tersebut mengerti sedangkan di Jepang anggukan kepala tidak berarti seseorang setuju melainkan hanya berarti bahwa orang tersebut mendengarkan. Dengan memahami mengenai komunikasi antar budaya maka hambatan komunikasi (communication barrier) semacam ini dapat kita lalui.
Jenis-Jenis Hambatan Komunikasi Antar Budaya
Hambatan komunikasi (communication barrier) dalam komunikasi antar budaya (intercultural communication) mempunyai bentuk seperti sebuah gunung es yang terbenam di dalam air. Dimana hambatan komunikasi yang ada terbagi dua menjadi yang diatas air (above waterline) dan dibawah air (below waterline). Faktor-faktor hambatan komunikasi antar budaya yang berada dibawah air (below waterline) adalah faktor-faktor yang membentuk perilaku atau sikap seseorang, hambatan semacam ini cukup sulit untuk dilihat atau diperhatikan. Jenis-jenis hambatan semacam ini adalah persepsi (perceptions), norma (norms), stereotip (stereotypes), filosofi bisnis (business philosophy), aturan (rules),jaringan (networks), nilai (values), dan grup cabang (subcultures group).
Ada 9 (sembilan) jenis hambatan komunikasi antar budaya yang berada diatas air (above waterline). Hambatan komunikasi semacam ini lebih mudah untuk dilihat karena hambatan-hambatan ini banyak yang berbentuk fisik.Hambatan-hambatan tersebut adalah (Chaney & Martin, 2004, p. 11 – 12):
1. Fisik (Physical)
Hambatan komunikasi semacam ini berasal dari hambatan waktu, lingkungan, kebutuhan diri, dan juga media fisik.
2. Budaya (Cultural)
Hambatan ini berasal dari etnik yang berbeda, agama, dan juga perbedaan sosial yang ada antara budaya yang satu dengan yang lainnya.
3. Persepsi (Perceptual)
Jenis hambatan ini muncul dikarenakan setiap orang memiliki persepsi yang berbeda-beda mengenai suatu hal. Sehingga untuk mengartikan sesuatu setiap budaya akan mempunyai pemikiran yang berbeda-beda.
4. Motivasi (Motivational)
Hambatan semacam ini berkaitan dengan tingkat motivasi dari pendengar, maksudnya adalah apakah pendengar yang menerima pesan ingin menerima pesan tersebut atau apakah pendengar tersebut sedang malas dan tidak punya motivasi sehingga dapat menjadi hambatan komunikasi.
5. Pengalaman (Experiantial)
Experiental adalah jenis hambatan yang terjadi karena setiap individu tidak memiliki pengalaman hidup yang sama sehingga setiap individu mempunyai persepsi dan juga konsep yang berbeda-beda dalam melihat sesuatu.
6. Emosi (Emotional)
Hal ini berkaitan dengan emosi atau perasaan pribadi dari pendengar. Apabila emosi pendengar sedang buruk maka hambatan komunikasi yang terjadi akan semakin besar dan sulit untuk dilalui.
7. Bahasa (Linguistic)
Hambatan komunikasi yang berikut ini terjadi apabila pengirim pesan (sender)dan penerima pesan (receiver) menggunakan bahasa yang berbeda atau penggunaan kata-kata yang tidak dimengerti oleh penerima pesan.
8. Nonverbal
Hambatan nonverbal adalah hambatan komunikasi yang tidak berbentuk kata-kata tetapi dapat menjadi hambatan komunikasi. Contohnya adalah wajah marah yang dibuat oleh penerima pesan (receiver) ketika pengirim pesan (sender) melakukan komunikasi. Wajah marah yang dibuat tersebut dapat menjadi penghambat komunikasi karena mungkin saja pengirim pesan akan merasa tidak maksimal atau takut untuk mengirimkan pesan kepada penerima pesan.
9. Kompetisi (Competition)
Hambatan semacam ini muncul apabila penerima pesan sedang melakukan kegiatan lain sambil mendengarkan. Contohnya adalah menerima telepon selular sambil menyetir, karena melakukan 2 (dua) kegiatan sekaligus maka penerima pesan tidak akan mendengarkan pesan yang disampaikan melalui telepon selularnya secara maksimal.
Referensi :http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/05/komunikasi-antar-budaya-definisi-dan.html
Komentar Dinonaktifkan pada Komunikasi Antar Budaya
Ditulis dalam KOMUNIKASI | Tag:budaya, KOMUNIKASI
KOMUNIKASI DAN INFORMASI
Sama – sama kita ketahui, bahwa fungsi komunikasi adalah menyebarkan pesan, membangkitkan pemahaman dan kesadaran, mengajak serta memberi motivasi pada seluruh masyarakat. Untuk menentukan apakah komunikasi bermakna adalah informasi yang dibawanya. Sebagaimana dalam kehidupan sehari-hari banyak kesibukan komunikasi yang mubazir dan sia-sia karena pesan yang disampaikannya tidak mengandung informasi yang berguna.
Informasi adalah inti dari proses komunikasi. Komunikasi mungkin tidak perlu dipelajari dan mungkin juga tidak perlu dilakukan sama sekali, jika manusia tidak memerlukan informasi. Komunikasi hanya menjadi penting dan merupakan kegiatan dasar kita karena sehari-hari kita perlu mencari, tukar-menukar, dan memakai informasi. Tidak mengherankan mengapa tolok ukur keberhasilan komunikasi mengacu pada informasi.
Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi komunikasi, suatu masyarakat baru yang berkaitan pemanfaatan teknologi komunikasi juga tumbuh. Masyarakat baru tersebut adalah masyarakat informasi(lebih kompetitif, lebih demokratis, kurang tersenralisir, kurang stabil, lebih mampu menjawab kebutuhan individual dan lebih bersahabat dengan lingkungan).
Masyarakat informasi adalah masyarakat yang telah kena terpaan (exposure) media massa dan komunikasi global; masyarakat yang sadar media dan mendapatkan penerangan cukup. Dalam konsep ilmu komunikasi sekarang istilah ini menggambarkan suatu masyarakat baru dengan perubahan yang sangat luas dan bersifat global. Begitu banyak ciri yang dikaitkan dengan istilah ini, sehingga konsep masyarakat informasi yang komprehensif paling tidak harus mencakup : perekonomian informasi dengan struktur ekonomi yang dimotori oleh sektor informasi, yang saling dihubungkan sistem komunikasi global, ditunjang oleh prasarana jalan raya informasi dan dukungan teknologi(Dahlan, Alwi, 1997).
Di negara maju yang telah beralih ke masyarakat informasi, terjadi perubahan perilaku dan sumber informasi. Orang mulai meninggalkan media hiburan massa dan beralih ke media baru yang bersifat demassa yang dapat memenuhi kebutuhan informasi pribadi yang makin khusus. Sesuai dengan ciri gelombang III(masyarakat informasi), negara maju mengalami demassafikasi saat memasuki masyarakat informasi, kemajuan teknologi merupakan jawaban terhadap perubahan itu, yang sekaligus menjadi pemicunya. Berbagai media dan piranti lunak baru diciptakan, sementara kapasitas komputer dan prasarana informasi terus meningkat agar dapat memenuhi keanekaragaman kebutuhan umat manusia.
Sekedar gambaran kemajuan industri piranti informasi sejak tahun 1965, mengikuti hukum Moore (Moore’s Law) yang meramalkan bahwa kekuatan, kecepatan dan kapasitas dari microprosesor akan berlipat dua setiap 18 bulan sementara harganya turun menjadi setengah (50%) pada waktu yang sama. Hukum Moore ini terbukti benar selama 30 tahun, tetapi sekarang, telah dianggap”terlalu konservatif”. Menjelang tahun 2000, ternyata bahwa otak komputer jumlah transistor dalam setiap microchip juga berlipat dua walaupun harganya turun menjadi separuh dalam waktu enam (6) bulan. Kini kemajuan bidang ini mengikuti hukum Metcalfe, yang menyatakan bahwa kinerja setiap komputer dalam jaringan meningkat secara exponensial sebagai hasil sinergi dari semua komputer yang berhubungan dalam jaringan tersebut, maka potensi perlipatan kemampuan komputer sangat luar biasa. Sedangkan produksi informasi meningkat dengan cepat. Menurut Howard Frederick, laju pertumbuhan dan akumulasi pengetahuan era informasi meningkat sangat cepat secara exponensial.
steps on the communication escalator Bill Quirke
1. awareness (kesadaran0
2. understanding (pengertian)
3. support (dukungan)
4. involvement (keterlibatan)
5. commitment (komitmen)
Komentar Dinonaktifkan pada KOMUNIKASI DAN INFORMASI
Ditulis dalam KOMUNIKASI | Tag:3. KOMUNIKASI, INFORMASI, KOMUNIKASI
Penyediaan dan Penyebaran Informasi Publik
Komentar Dinonaktifkan pada Penyediaan dan Penyebaran Informasi Publik
Ditulis dalam KOMUNIKASI | Tag:informasi publik, manajemen
Kategori
- 3. KOMUNIKASI
- ADVERTORIAL
- asian games
- covid-19
- data pribadi
- DESIGN GRAFIS
- E-GOVERMENT
- EDITORIAL
- hoax
- HUMAS
- INFORMASI PUBLIK
- internet
- Jabatan Fungsional
- JURNALISTIK
- KIP
- KOMINFO
- KOMUNIKASI
- KONVERGENSI
- M. MEDIA MASSA
- media digital
- media massa
- MEDIA ONLINE
- media sosial
- Open Government
- PERTEKOM
- ppid
- REGULASI ICT
- sertifikat
- Tata Kelola IP
- Tata Kelola TIK










Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.