Oleh: tonz94 | 26 Januari 2018

Asian Games 2018

(Jakarta,smartinfo)—Pemerintah menunjukkan keseriusan mendukung pencapaian prestasi tinggi di ajang Asian Games 2018. Buktinya, sejumlah cabang olahraga sudah disiapkan honor di muka untuk atlet dan pelatih. “Yang ini terjadi pertama kali dalam sejarah. Biasanya honor atlet itu berbeda dengan honor PNS. Kalau PNS sebelum kerja dibayar, kalau atlet kerja dulu baru dibayar. Tapi untuk tahun anggaran 2018 ini, atas arahan Bapak Presiden, itu dibayar lebih dahulu,” kata Menpora Imam Nahrawi di Tegal, Jawa Tengah, 25 Januari 2018.

Oleh: tonz94 | 26 Januari 2018

Asian Games 2018

(Jakarta,smartinfo)—Tahun 1962, tercatat sebagai Asian Games pertama bagi Indonesia sebagai kota tuan rumah. Ajang yang berlangsung 24 Agustus-4 September itu dibuka secara resmi oleh Presiden Soekarno di Stadion Gelora Bung Karno. Diikuti 1.460 atlet yang mewakili 17 NOC Asia, multi event ini menampilkan 13 cabang olahraga; atletik, akuatik (renang, loncat indah, dan polo air), bola basket, tinju, balap sepeda (jalan raya dan trek), hoki, sepak bola, menembak, tenis meja, tenis, bola voli, dan gulat. Asian Games 1962 ini menyediakan 372 medali emas. Asian Games ke 18 di tahun 2018 diikuti 45 negara dari seluruh Asia yang akan mempertandingkan 39 cabang olah raga di Palembang dan Jakarta.

Oleh: tonz94 | 11 Januari 2018

Media Sosial

(Jakarta,smartinfo).—Kemudahan berkomunikasi dan memperoleh informasi melalui media digital berbasis media sosial dapat mendatangkan kemaslahatan bagi umat manusia, seperti mempererat tali silaturahim, untuk kegiatan ekonomi, pendidikan dan kegiatan positif lainnya. penggunaan media digital, khususnya yang berbasis media sosial di tengah masyarakat seringkali tidak disertai dengan tanggung jawab sehingga tidak jarang menjadi sarana untuk penyebaran informasi yang tidak benar, hoax¸ fitnah, ghibah, namimah, gosip, pemutarbalikan fakta, ujaran kebencian, permusuhan, kesimpangsiuran, informasi palsu, dan hal terlarang lainnya yang menyebabkan disharmoni sosial. Pengguna media sosial seringkali menerima dan menyebarkan informasi yang belum tentu benar serta bermanfaat, bisa karena sengaja atau ketidaktahuan, yang bisa menimbulkan masalah di tengah masyarakat. Jika datang kepadamu suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. jauhilah kebanyakan purbasangka (kecurigaan), dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. (..selengkapnya…)

Oleh: tonz94 | 3 Januari 2018

Inpasing Jabatan Fungsional

(Jakarta,smartinfo).—–Dalam rangka pengembangan karier, profesionalisme dan peningkatan kinerja organisasi, serta guna memenuhi kebutuhan jabatan fungsional, perlu mengangkat pegawai negeri sipil yang memenuhi syarat melalui penyesuaian/inpassing pada kementerian/ lembaga dan pemerintah daerah. Pelaksanaan Penyesuaian/Inpassing harus didasarkan pada kebutuhan Jabatan Fungsional didasarkan pada kebutuhan pegawai sebagaimana yang ada dalam e-Formasi untuk menjamin keseimbangan antara beban kerja dan jumlah PNS yang akan disesuaikan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi. Pengangkatan PNS dalam Jabatan Fungsional melalui Penyesuaian/Inpassing dilaksanakan sampai dengan Desember 2018 sesuai dengan PM.Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 26 Tahun 2016…selengkapnya

Oleh: tonz94 | 29 Desember 2017

Keuangan Digital

(Jakarta,smartinfo).—– Asosiasi Fintech Indonesia menyiapkan sejumlah rencana untuk pengembangan industri keuangan berbasis digital (financial technology/fintech) tahun depan. Wakil Ketua Asosiasi Fintech Indonesia, Adrian Gunadi, mengatakan pendirian Pusat Fintech Nasional atau Fintech Center masuk dalam agenda utama. “Fokusnya untuk berkomunikasi dengan regulator serta membangun kolaborasi dengan stake holder,” kata Adrian, kemarin.Menurut Adrian, pelaku industri fintech berharap regulator membuat sistem satu pintu. Selama ini pengawasan dilakukan oleh Bank Indonesia…selengkapnya….

Oleh: tonz94 | 29 Desember 2017

Jurnalistik

(Jakarta,smartinfo).—– Jurnalisme berasal dari sebuah kata journal yang berarti buku harian atau catatan dari kejadian sehari-hari, juga dapat diartikan sebagai sebuah surat kabar. Journal berasal dari diurnalis istilah Latin, yaitu orang yang melakukan pekerjaan jurnalistik. Di Indonesia, istilah “jurnalisme” sebelumnya dikenal sebagai “publisistik”. Dua istilah yang dipertukarkan adalah normal, hanya berbeda asalnya. Jurnalisme dapat dikatakan “pertama dalam sejarah grafiti”. Meskipun berita seringkali ditulis dalam batas waktu terakhir, tetapi biasanya disunting sebelum diterbitkan.

Pengertian Dan Istilah Dalam Jurnalistik

Para wartawan sering berinteraksi dengan sumber terkadang melibatkan kerahasiaan. Banyak pemerintah Barat menjamin kebebasan pemberitaan pers. Kegiatan utama dalam jurnalisme melaporkan, proses, dan menyajikan informasi dalam bentuk pesan ke penonton. Selain itu, juga dapat dianggap sebagai melaporkan kejadian tersebut dengan menyatakan siapa, apa, kapan, di mana, mengapa dan bagaimana (dalam bahasa Inggris dikenal sebagai 5W + 1H) dan juga menjelaskan pentingnya dan sebagai akibat dari peristiwa atau tren (trend) . Jurnalisme meliputi beberapa media: koran, televisi, radio, majalah dan internet sebagai pendatang baru.

Istilah – Istilah Dalam Jurnalistik

  1. Advertorial : Adalah iklan yang di tampilkan di media baik cetak maupun elektronik.
  2. Angel : Bagian sudut pemberitaan yang tidak sama.
  3. Adversary Journalism : Jurnalistik yang menulis beritanya melawan oposisi terhadap pemerintahan.
  4. Alcohol Journalism : Jurnalistik liberal yang tidak menghargai urusan pribadi seseorang atau lembaga.
  5. Balancing news : Keseimbangan isi atau bagian dalam berita.
  6. Byline : Keterangan nama author berita.
  7. Blocking time : Iklan partai, formatnya berita.
  8. Checkbook Journalism : Jurnalistik yang memperoleh berita dan harus memberikan imbalan pada sumber berita.
  9. Chek & Recheck : Merupakan proses pengecekan kebenaran suatu berita.
  10. Credit Line : Keterangan orang bagi mengambil photo.
  11. Credit photo : Keterangan pengambil photo/gambar.
  12. Caption : Keterangan text pada objek gambar yang posisinya tepat di bawah gambar.
  13. Credit title/by line : Berita yang dilengkapi nama author/penulis berita.
  14. Crusade Journalism : Jurnalistik yang memperjuangkan nilai-nilai tertentu, contoh : demokrasi, nilai-nilai keagamaan dan nilai-nilai kebenaran.
  15. Cover story : Judul utama berita (koran/majalah).
  16. Delik Pers : Delik yang terdapat dalam KUHP, tetapi tidak merupakan delik yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari delik khusus yang berlaku umum.
  17. Deadline : Batas akhir waktu pengumpulan data berita.
  18. Editing : Proses pembenaran atau perubahan kata dalam isi berita, merupakan proses koreksi.
  19. Editorial : Kolom/bagian yang mencerminkan pendapat sebuah media tentang sebuah berita.
  20. Electronic Journalism : Berita-berita yang disiarkan melalui media modern seperti televisi, radio, dan website.
  21. Feature : Berita ringan yang biasanya bertemakan human interest.
  22. Freelance : Jurnalistik yang bekerjanya secara bebas/lepas.
  23. Frame time : Waktu-waktu yang utama penyampaian berita pada pemirsa.
  24. Face to face/in depth interview : Wawancara secara langsung tatap muka yang butuh keahlian terutama bagian materi berita.
  25. Gossip Journalism : Jurnalistik yang menekankan pemberitaan masih sekedar isu yang kebenarannya belum dapat di pertanggungjawabkan.
  26. Government say so journalism : Jurnalistik yang meliput berita tentang pemerintahan layaknya koran pemerintah.
  27. Gutter Journalism : Jurnalistik yang menekankan pemberitaan tentang kriminalitas dan seks.
  28. Hak Jawab : Hak seseorang atau kelompok orang untuk memberikan tanggapan dan sanggahan terhadap pemberitaan yang merugikan nama baiknya.
  29. Hak Koreksi : Hak setiap orang untuk mengoreksi atau membetulkan kekeliruan informasi yang diberitakan oleh pers, baik tentang dirinya maupun tentang orang lain.
  30. Hak Tolak : Hak wartawan karena profesinya, untuk menolak mengungkapkan nama dan atau identitas lainya dari sumber berita yang harus dirahasiakan.
  31. Hard News : Berita yang di siarkan secara langsung.
  32. Headline : Bagian judul berita jurnalistik.
  33. Hunting : Keseluruhan proses pengumpulan data atau berita secara langsung di lapangan.
  34. Investigasi : Berita mendalam yang mengungkap sebuah kasus besar.
  35. Jurnalis : Orang yang melakukan kegiatan jurnalistik.
  36. Koresponden : Wartawan yang ditempatkan diluar daerah.
  37. Kode Etik Jurnalistik : Himpunan etika profesi kewartawanan.
  38. Lay Out : Lebih mengarah ke grafis/gambar/ilustrasi/non kata atau perwajahan/tata letak, termasuk setting.
  39. News maker : Orang-orang yang menjadi objek berita. Orang-orang yang terkenal seperti artis.
  40. Opinion leaders : Tokoh-tokoh yang berdampak pada media massa. Ciri-ciri opinion leaders: tokoh, punya massa yang banyak, seperti habib rizieq, Ust. Abu Bakar Baasyir.
  41. Embedded journalism : Jurnalisme yang melekat, jurnalisme yang bekerja dengan pelaku lapangan.
  42. Investigative reporty : Laporan investigasi mengenai kejadian atau pemberitaan secara detail dan rinci.
  43. Hard news : Berita hangat terbaru dan masih trend.
  44. News analisys : Berita yang masih bersifat analisis.
  45. Page news : Pelaku berita/pemantik berita pembuktian.

Referensi
http://www.dosenpendidikan.com/pengertian-dan-istilah-istilah-dalam-jurnalistik-umumnya-di-indonesia/

Oleh: tonz94 | 28 Desember 2017

Startup : Menangkap Nilai-Nilai Baik

(Jakarta,smartinfo).—– Perusahaan rintisan, umumnya disebut startup (atau ejaan lain yaitu start-up), merujuk pada semua perusahaan yang belum lama beroperasi. Perusahaan-perusahaan ini sebagian besar merupakan perusahaan yang baru didirikan dan berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat. Istilah “startup” menjadi populer secara internasional pada masa gelembung dot-com, di mana dalam periode tersebut banyak perusahaan dot-com didirikan secara bersamaan, dengan mengembangkan Suatu model bisnis yang menggambarkan pemikiran tentang bagaimana sebuah organisasi menciptakan, memberikan, dan menangkap nilai-nilai baik itu ekonomi, sosial, ataupun bentuk-bentuk nilai lainnya. Istilah model bisnis, dipakai untuk ruang lingkup luas dalam konteks formal dan informal untuk menunjukkan aspek inti suatu bisnis mencakup maksud dan tujuan, apa-yang-ditawarkan, strategi, infrastruktur, struktur organisasi, praktik-praktik niaga, serta kebijakan-kebijaan dan proses-proses operasional.Model bisnis perlu diikuti jiwa Wirausaha. Wirausaha adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian. Richard Cantillon (1775) mendefinisikan kewirausahaan sebagai bekerja sendiri (self-employment).

Oleh: tonz94 | 27 Desember 2017

Media Relation

(Jakarta,smartinfo).—Media Ralation atau Hubungan media adalah aktivitas yang dilakukan oleh individu ataupun profesi humas suatu organisasi untuk menjalin pengertian dan hubungan baik dengan media massa dalam rangka pencapaian publikasi organisasi yang maksimal serta berimbang (balance). Hubungan media banyak dikaitkan dengan konteks pemberitaan yang tidak berbayar atau publisitas positif. Dalam profesi humas hubungan media juga sering kali dipahami sebagai penanganan krisis dengan memberitakan tentang hal-hal positif tentang perusahaan saat perusahaan sedang dilanda berita negatif. Pada saat krisis cara terbaik penanganan hubungan media oleh humas adalah dengan mengakui dan memperbaiki kesalahan dengan menginformasikan usaha-usaha ke depan. Dalam hal ini baik media massa maupun humas dalam posisi saling memanfaatkan dan saling diuntungkan (simbiosis mutualisme)…selengkapnya…

Older Posts »

Kategori

%d blogger menyukai ini: